Home Merdeka Ekspansi Portugis Ke Nusantara Sejak Abad Ke-16

Ekspansi Portugis Ke Nusantara Sejak Abad Ke-16

85
0

SEJARAHONE.ID – Bangsa Eropa sedang memajukan teknologi di awal abad ke-16. Ketika itu, keahlian baru bangsa Portugis dalam navigasi, pembuatan kapal, dan persenjataan memungkinkan mereka berani mengadakan ekspedisi penjelajahan dan ekspansi. Portugis mulai melakukan ekspedisi hingga sampai di Malaka. Setelah berbulan-bulan tinggal, dan melakukan eksplorasi, mereka mulai melakukan invasi dengan diawali eksploitasi sumber daya pertanian.

Bermula dengan ekspedisi penjelajahan pertama yang dikirim dari Malaka yang baru ditaklukkan pada tahun 1512, bangsa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang tiba di Nusantara, dan mencoba mendominasi sumber-sumber rempah-rempah berharga dan berusaha menyebarkan Katolik Roma.

4 Masa Penjajahan Negara Asing di Indonesia (Lengkap Sejarahnya) -  MARKIJAR.Com

 

Percobaan awal bangsa Portugis mendirikan koalisi dan perjanjian damai pada tahun 1512 dengan Kerajaan Sunda di Parahyangan, gagal dampak sikap permusuhan yang ditunjukkan oleh sejumlah pemerintahan Islam di Jawa, seperti Demak dan Banten. Bangsa Portugis mengalihkan arah ke Kepulauan Maluku, yang terdiri atas berbagai himpunan negara yang awalnya bertempur satu sama lain namun memelihara perdagangan antarpulau dan internasional.

Melewati penaklukan militer dan persekutuan dengan penguasa setempat, mereka mendirikan pos, benteng, dan misi perdagangan di Indonesia Timur, termasuk Pulau TernateAmbon, dan Solor. Namun, puncak programa misi Portugis dimulai pada paruh terakhir abad ke-16, setelah langkah penaklukan militernya di kepulauan tersebut gagal dan kebutuhan Asia Timur mereka berpindah ke JepangMakau, dan Tiongkok; serta pada gilirannya gula di Brasil dan perdagangan budak Atlantik mengalihkan perhatian mereka dari Nusantara. Di samping itu, bangsa Eropa pertama yang tiba di Sulawesi Utara adalah Portugis.

Kemunduran dan peninggalan

Keberadaan Portugis menjadi kurang hanya di Solor, Flores dan Timor (lihat Timor Portugis) di Nusa Tenggara Timur sekarang, menyusul kekalahan pada tahun 1575 di tangan penduduk Ternate, penaklukan Belanda di Ambon, Maluku Utara, dan Banda, serta kegagalan umum untuk menopang kendali perdagangan di kawasan ini.

Dibandingkan dengan ambisi awalnya mendominasi perdagangan Asia, pengaruh mereka pada budaya Indonesia amat kecil: gitar balada keroncong; sejumlah kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Portugis yang pernah menjadi lingua franca di samping Melayu; dan banyak nama keluarga di Indonesia Timur seperti Da Costa, Dias, de Fretes, Gonsalves, dan lain-lain. Dampak terpenting kedatangan bangsa Portugis adalah gangguan dan kekacauan jaringan perdagangan yang sebagian akbar terjadi dampak penaklukan Malaka, dan penyebaran Kristen awal di Indonesia. Sampai kini, penduduk Kristen banyak ditemui di Indonesia Timur.

Di Kampung Tugu, Koja, Jakarta Utara, terdapat permukiman keturunan Portugis. Mereka adalah keturunan dari bangsa Portugis yang dibawa ke Batavia (sekarang Jakarta) sebagai tawanan perang setelah VOC Belanda menaklukkan Malaka pada tahun 1641Adapun keturunan Bangsa Portugis yang beragama Islam dapat ditemukan di Lamno, Aceh.

Tokoh penting

  • Wilson Simon Maiseka Penyanyi Indonesia
  • Abílio José Osório Soares Mantan Gubernur Timor-Timur
  • Octavio A.J.O. Soares
  • Andre Juan Michiels Tokoh Keroncong Tugu
  • Fernando Quiko Tokoh dari Tugu
  • Gaspar da Costa
  • Don Martinho Diaz Vieira de Godinho Tokoh Larantuka
  • Umaru Takaeda
  • alfonso de albuquerque Panglima Tingkatan Laut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here