Home Galeri Demang Lehman, Pejuang Sekaligus Panglima Kesultanan Banjar

Demang Lehman, Pejuang Sekaligus Panglima Kesultanan Banjar

603
0

SejarahOne.id – Demang Lehman adalah seorang pejuang sekaligus Panglima Perang Kesultanan Banjar. Beliau salah satu orang kepercayaan dari Pangeran atau Sultan Hidayatullah yang terus berjuang bersama hingga akhir hayat. Demang Lehman juga seorang Kyai, pimpinan Lalawangan Riam Kanan merupakan daerah bagian di Kesultanan Banjar (Kabupaten).

Demang Lehman dikenal sebagai orang yang punya kesaktian tapi juga ahli ibadah yang sangat ditakuti penjajah Belanda. Beberapa siasat licik dilakukan Belanda untuk membunuh Demang Lehman dan selalu gagal. Beliau akhirnya ditangkap dengan cara disekap saat selesai melaksanakan shalat subuh di sebuah surau dan tanpa membawa senjata apapun. Pemerintah Belanda menetapkan hukuman gantung terhadap pejuang dan panglima perang yang tidak kenal kompromi ini.

Dia menjalani hukuman gantung sampai mati di Martapura, sebagai pelaksanaan keputusan Pengadilan Militer Belanda tanggal 27 Februari 1864. Tak ada satu keluarganya yang menyaksikan dan menyambut mayatnya. Setelah digantung dan mati, kepala Demang Lehman dipotong oleh penjajah Belanda dan dibawa Konservator Rijksmuseum van Volkenkunde Leiden. Kepala Demang Lehman disimpan di Museum Leiden di Negeri Belanda, sehingga mayatnya dimakamkan tanpa kepala.

Sebelum digantung, Demang Lehman berteriak keras, “Dangar-dangar barataan! Banua Banjar lamun kahada lakas dipalas lawan banyu mata darah, marikit dipingkuti Walanda (Dengarkan semua! Tanah Banjar apabila tidak dibayar dengan air mata darah, selamanya akan digenggam Belanda)”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here