Home Galeri Bung Hatta Utamakan Pengakuan Kedaulatan daripada Klaim Papua

Bung Hatta Utamakan Pengakuan Kedaulatan daripada Klaim Papua

71
0
Bung Hatta

SEJARAHONE – Bung Hatta beranggapan selain berbeda etnis, dia mengkhawatirkan Indonesia akan dicap negara imperialis, Jika Papua ikut ke dalam wilayah Indonesia.

“Saya sendiri ingin mengatakan bahwa Papua sama sekali tidak saya pusingkan, bisa diserahkan kepada bangsa Papua sendiri. Bangsa Papua juga berhak menjadi bangsa merdeka,” kata Hatta pada sidang BPUPKI.

Pada sidang BPUPKI, 11 Juni 1945 yang tercatat dalam Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 29 Mei 1945—19 Agustus 1945.

Dalam KMB, Belanda sebenarnya belum sepenuhnya menyerah. Belanda menghendaki kedaulatan Indonesia dengan syarat menyerahkan Papua. Selain faktor ekonomi, secara politis Belanda menunjukkan kepada dunia bahwa Belanda masih mampu menjajah.

Menurut Mavis Rose, Hatta tampaknya memahami hal tersebut sebagai penyebab keengganan pemerintah Belanda menyerahkan Irian Barat. Oleh sebab itu, Hatta tidak meneruskan perdebatan ke arah tuntutan yang lebih jauh. Lagi pula, dia tak ingin mengorbankan kesepakatan perundingan yang telah diperoleh jauh-jauh hari sebelumnya. Persoalan terkait Irian Barat dapat diselesaikan setahun setelahnya.

Bung Hatta sendiri di sidang BPUPKI menolak masuknya Irian Barat ke wilayah Indonesia. Hatta lebih cenderung mempertimbangkan Malaya dan Borneo Utara yang masih serumpun Melayu, ketimbang Papua, Kecuali rakyat Papua sendiri yang menginginkan untuk bergabung, Hatta tidak menolak. Namun, gagasan itu kandas dalam pemungkutan suara BPUPKI yang lebih memlih Gagasan Ir. Soekarno dan Muh Yamin agar Papua tetap ikut ke wilayah Republik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here