Home Merdeka Berkas Rahasia CIA G30S-PKI (1965-1969) Terbongkar, Fakta Soeharto Utamakan Pangan Rakyat

Berkas Rahasia CIA G30S-PKI (1965-1969) Terbongkar, Fakta Soeharto Utamakan Pangan Rakyat

134
0
Panglima Besar Soeharto bersama Presiden Soekarno

Oleh. Fattimah Azzahra

SejarahOne.id – Berkas rahasia CIA ttg G30S-PKI (1965-1969) pada awal 2020 dipublikasikan, mengungkap fakta bahwa Rakyat Indonesia berutang nyawa pada Presiden Soeharto. Laporan CIA mengungkapkan bahwa prioritas utama Soeharto yang disampaikan kepada CIA pada pertemuan pertama adalah : Tolong kirim Beras ke RI.

Sejarah yang tidak pernah di expose media massa. Sedikit rakyat yg mengetahui bahwa ada hikmah luar biasa besar datang dari G30S/PKI, yaitu: rakyat RI terhindar dari bahaya kelaparan. Ketika pembrontakan PKI terjadi, Indonesia mengalami kelangkaan beras di berbagai wilayah.

Beberapa hari setelah TNI-AD berhasil merebut kendali pemerintah di Jakarta, CIA temui Soeharto. Pertemuan Soeharto dengan CIA adalah kali pertama AS terlibat dlm penumpasan PKI. Sebelumnya, AS hnya wait and see, analisis dan reporting. Laporan CIA mengungkapkan bahwa prioritas utama Soeharto yang disampaikan kepada CIA pada pertemuan pertama adalah : Tolong kirim Beras ke RI.

Pada pertemuan pertama Soeharto/TNI AD – CIA, Soeharto tdk bersedia membahas hal lain kecuali: TOLONG KIRIM BERAS SEGERA ke RI. Permohonan Soeharto kepada AS melalui CIA u/mencegah bencana kelaparan pada 1965, disetujui AS. Pemerintah AS kirim 400.000 ton beras untuk rakyat RI. Jika Soeharto tdk peduli rakyat dan hanya mementingkan kekuasaan, seperti difitnahkan komunis kepadanya, beliau pasti tdk minta beras.

Jika AS tolak permintaan suharto u/ kirim beras ke RI, jutaan rakyat RI mati kelaparan. Faktanya, PKI minta tolong sama China agar bantu krisis ekonomi RI, dijawab China dengan menyuruh PKI melancarkan revolusi.

Maka, jangan sampai rakyat Indonesia pro China. Fakta bahwa Soeharto-TNI-AS telah menyelamatkan jutaan nyawa rakyat Indonesia dari mati kelaparan. Fakta bahwa PKI dan G30S/PKI telah menjerumuskan rakyat Indonesia ke depan mulut bencana kelaparan, membunuh tokoh2 TNI, ulama anti PKI. Laporan ancaman bencana kelaparan disampaikan Polit Biro PKI kepada PKC China dijawab dengan tekanan untuk segera melakukan Revolusi.

 

Doktrin komunis tidak mengajarkan kadernya untuk menghargai nyawa manusia. Bagi komunis, nyawa manusia hnya sekedar angka-angka, statistik.  Doktrin komunis tidak mengenal toleransi. Doktrin PKI diantaranya adalah prorevolusi atau antirevolusi/antikomunis, maka yang menjadi rakyat antikomunis adalah musuh yang harus dibasmi.

 

Kembali ke topik, adalah keliru besar bahwa  penyesatan jika menuduh semua ekses/dampak G30S/PKI sebagai kesalahan Suharto/TNI. Kita perlu menelusuri fakta-fakta sejarah pada pelaku sejarah dan bukti-bukti sejarah, yang banyak disembunyikan.  Tanya pelaku sejarah, krisis ekonomi luar biasa parah pada sebelum dn saat terjadi G30S/PKI adalah fakta. Org kaya saja sulit makan nasi. Lantas jika banyak kader PKI mati kelaparan di dalam penjara pada masa awal paska G30/S – PKI, jangan salahkan S0eharto atau TNI, karena itu adalah salah PKI. Kalau mau jujur, penyebab utama penderitaan rakyat Indonesia termasuk kader-kader PKI yangg jadi korban operasi TNI adalah Bung Karno. Faktanya kondisi  ekonomi-politik RI makin hancur pada masa Demokrasi Terpimpin/Orla 1959-1965. Pada konfrontasi Malaysia dan Trikora, ini juga membuat RI bangkrut. Fakta lain adalah RI tidak dibantu Soviet karena utang RI sudah melambung. RI tidak dibantu Barat/AS krna Bung Karno Prokomunis, anti AS-Barat. Dan fakta lain,  China tidak membantu RI karena saat itu negara mereka juga sangat susah, rakyat china banyak mati kelaparan. China malah dorong PKI kudeta. Sikap antikomunis-PKI rakyat Indonesia adalah keharusan. Demi menyelamatkan bangsa-negara RI dari kebiadaban Komunis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here