Home Khasanah Aya Sophia, Simbol Kemegahan Eropa

Aya Sophia, Simbol Kemegahan Eropa

60
0

SejarahOne.id – Tanah Eropa, dahulu terkenal terbelakang, primitif. Di era abad pertengahan, Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turki) adalah kota termegah di seantero Eropa. Di kota ini juga berdiri Gereja Hagia Sophia yang terkenal itu. Pusat peradaban dunia kaum Kristen Ortodhoks kala itu.

Yunani, dengan sederet sejarah panjang peradabannya, berada di belakang kedigdayaan Konstantinopel. Megahnya Konstantinopel menarik minat dinasti-dinasti kekuasaan di dunia untuk meliriknya. Tak terkecuali Dinasti Romawi (Kristen Katolik).

Di masa periode keempat Perang Salib, pasukan salib (pasukan Latin dan Romawi) pada awalnya menjadikan Konstantinopel sebagai “mitra” perjuangannya di Perang Salib, untuk merebut Yerussalem dari Mesir.

Namun di perjalanannya, tepatnya di bulan April 1204, pasukan salib menyerbu Konstantinopel, memanfaatkan kemelut konflik politik yang sedang terjadi di internal Byzantium kala itu.

Saat pasukan salib memasuki gerbang kota dan membanjiri kota megah ini, pembantaian, pemerkosaan, dan penjarahan terjadi sepanjang tiga hari berturut-turut. Para pemuka agama di Yunani, hingga abad modern ini pun tak pernah melupakan sejarah kelam Konstantinopel kala ditaklukkan Pasukan Salib, yang sejatinya “saudara seiman” mereka sendiri.

Hingga sejarah kembali berlanjut. Yunani, di masa Imperium Bizantium Dinasti Palailogos berontak, dan kembali merebut Konstantinopel dari tangan Romawi di tahun 1261. Masa-masa kejayaan Konstantinopel kembali menggema di Eropa. Hampir 200 tahun lamanya.

Sebelum akhirnya pada 1453, Dinasti Ustmani di bawah kepemimpinan Sultan Muhammad II (Sultan Muhammad Al-Fatih) berhasil menaklukkan Konstantinopel. Penaklukan yang amat sangat dramatis. Butuh waktu berbulan-bulan bagi pasukan Turki Ustmani menembus benteng Konstantinopel yang terkenal paling kokoh di seluruh benua Eropa.

Hingga di ujung kesabarannya, pasukan armada laut Sultan Muhammad Al-Fatih yang tak juga mampu menyeberangi Selat Bosphorus karena kecerdikan pasukan Yunani dengan memasangi ranjau berupa rantai-rantai besar di sepanjang selat, akhirnya menempuh jalur tak lazim.

Demi menyeberangi Selat Bosphorus, Sultan Muhammad Al-Fatih pun bersama seluruh pasukannya mengangkat kapal-kapal perang mereka ke darat dan mendaki perbukitan sambil menggotong kapal-kapal perangnya, untuk memutari ranjau rantai pasukan Yunani.

Strategi tak diduga ini berhasil..!
Konstantinopel pun jatuh ke tangan Khalifah Sultan Muhammad Al-Fatih..!

Bayang-bayang kekejaman Pasukan Salib 200-an tahun sebelumnya atas penduduk kota masih terlintas jelas. Namun saat memasuki gerbang Konstantin dan Gereja Hagia Sophia yang dijadikan tempat bersembunyi rakyat Konstantin, Sultan Muhammad Al-Fatih justru bersikap diluar dugaan. Sang Sultan memerintahkan agar rakyat Kristen Ortodoks ini dibiarkan pulang dan dilindungi.

Meskipun Gereja Hagia Sophia dijadikan masjid, kaum kristen ortodoks dibangunkan gereja-gereja untuk mereka beribadah. Bahkan Sultan juga mengangkat seorang tokoh Kristen ortodoks sebagai pimpinan dikalangan umat Kristen ortodoks.

Bangsa konstantinopel pun bersukacita atas penaklukan ini. Mereka rela hidup berada di bawah kekuasaan Turki Ustmani, hingga kini. Dan ini menjadi periode penaklukan terakhir atas Konstantinopel sepanjang sejarahnya, hingga tetap berdiri megah di kota Istanbul, Turki.

Di era runtuhnya Dinasti Turki Ustmani pada 1924, Masjid Hagia Sophia kembali menorehkan sejarah baru. Pemerintah sekuler Turki dibawah kepemimpinan Mustafa Kemal At-taturk, mengubah status Hagia Sophia menjadi museum pada November 1934.

Dan kini, Presiden Recep Tayib Erdogan, menutup masa kelam Hagia Shopia. Pada tanggal 11 Juli 2020, Turki kembali membuka Hagia Sophia menjadi masjid. Gaung azannya, untuk kali pertama sejak 86 tahun silam kembali menggema dari dalam Hagia Sophia.

Amerika dan Eropa, khususnya Yunani meradang. Tapi Erdogan tetap tenang. Karena Turki hari ini, adalah Turki yang penuh kemandirian. Pusat beragam industri, termasuk militer di tanah Eropa. Turki menjadi negara terkuat dari segi militer dari semua negara anggota NATO setelah Amerika Serikat…

Selamat datang kembali, Hagia – Aya Sophia…!

Eyvallah Bey…! Eyvallah…!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here