Awal Mula Kedatangan Belanda ke Nusantara

    73
    0

    SEJARAHONE.ID – Pada abad ke-15 terjadi beberapa peristiwa penting di Eropa. Salah satu kejadian penting yang dapat mempengaruhi jalannya sejarah dunia adalah peristiwa jatuhnya Kota Konstantinopel yang merupakan Ibu Kota Romawi Timur pada tahun 1453. KotaKonstantinopel merupakan benteng terdepan Eropa untuk membendung masuknya
    agama Islam di Benua Eropa. Dalam suatu perang yang sengit akhirnya orang Turki
    Utsmani yang beragama islam berhasil merebut Kota Konstantinopel.

    Pasaca dikuasainya Konstatinopel oleh Turki Utsmani, dengan demikian
    terbukalah pintu bagi penguasa islam untuk masuk ke Eropa.

    Tetapi bagi Eropa jatuhnya Kota Konstantinopel berarti putusnya hubungan antara dunia Barat dan dunia Timur. Jalan dagang menuju ke dunia Timur juga terputus. Untuk itu orang Eropa harus mencari jalan lain untuk menuju dunia Timur.

    Eropa mengembangkan Ekspedisi dan Berupaya Melakukan Invansi ke asia, Pasca Konstantinopel Jatuh Ke tangan Turki Utsmani

    Akhinya bangsa Eropa memulai melaksanakan ekspedisi penjelajahan samudera
    yang dipelopori oleh Portugis dan Spanyol. Dari penjelajahan samudera itu mereka
    sampai ke Benua Afrika dan Asia hingga sampai ke Nusantara dengan niat berdagang.

    Francisco Serrão Biography | PantheonFransisco serao, pemimpin penjelajahan Spanyol ke Asia

    Namun, setelah mengetahui bahwa Bangsa Afrika dan Asia itu lemah kemudian
    munculah niat untuk melakukan Kolonialisme dan Imperialisme.

     

    Salah satu bangsa Eropa yang pertama kali sampai ke Nusantara adalah bangsa Portugis pada tahun 1512 dibawah pimpinan Fancisco Serrão berhasil mencapai Hitu (Ambon sebelah utara).Inilah awal dari masuknya bangsa Eropa di Nusantara.

    Setelah itu barulah disusul oleh bangsa-bangsa Eropa Lainya. Spanyol pertama kali mendarat di Nusantara tepatnya di Maluku (Tidore) pada tahun 1522 yang dipimpin oleh Sebastian del Cano.

    Juan Sebastián Elcano - Alchetron, The Free Social EncyclopediaSebastian Del Cano, Orang Spanyol yang Mendarat di Maluku

    Kemudian pada tahun 1596 bangsa Belanda yang di pimpin oleh Cornelis De Houtman tiba di pelabuhan Banten. Inilah awal kedatangan bangsa Belanda di Nusantara, namun kedatangan Belanda ini akhirnya diusir oleh penduduk pesisir Banten karena sikap mereka yang kasar dan sombong. Pada tahun 1598 bangsa Belanda datang lagi ke Nusantara yang dipimpin oleh Jacob Van Neck dan Wybrecht Van Waerwyck.

    Catatan Sejarah 2 April: Awal Perjalanan de Houtman, Sang Belanda Penemu  Nusantara

    Cornelis de Houtman, salah satu pimpinan Belanda , termasuk rombongan Belanda yang pertama datang ke Indonesia

     

    Cornelis de Houtman dan rombongannya tiba di kepulauan Maluku pada bulan Maret 1599. Keberhasilan pelayaran tersebut mendorong keinginan berbagai perusahaan di Belanda untuk memberangkatkan kapalnya ke Indonesia ada 14 perusahaan yang telah memberangkatkan 62 kapal.

    Semakin banyaknya para pedagang Belanda di Indonesia mengakibatkan antar
    sesama mereka terjadi persaingan. Selain itu mereka pun harus menghadapi persaingan dengan Portugis, Spanyol dan Inggris.

    Atas kondisi tersebut, bukan keuntungan yang mereka peroleh, melainkan kerugian. Terlebih lagi dengan sering terjadinya perampokan oleh bajak laut. Atas prakarsa dari pangeran Maurits dan Johan Van Olden Barnevelt.

    Belanda Mendirikan VOC

    Pada 20 Maret 1602, para pedagang Belanda Mendirikan Verenigde Oost
    Indische Compagnie – VOC (Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur).

    Di masa itu, terjadi persaingan sengit di antara Negara-negara Eropa, yaitu Portugis, Spanyol kemudian juga Inggris, Perancis, dan Belanda, untuk memperebutkan hagemoni perdagangan di Asia Timur. Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pertama kali membuka kantor dagangnya di Banten pada tahun 1602 dan di kepalai oleh Francois Wittert.

    Kedatangan bangsa-bangsa Eropa di kepulauan Nusantara pada awalnya
    merupakan bagian dari kegiatan perdagangan. Hubungan yang terjadi adalah hubungan
    setara, antara pedagang dan pembeli. Namun, keadaan itu perlahan-lahan mulai berubah.
    Karena tingginya persaingan perdagangan antar Negara menyebabkan mereka untuk
    berusaha menguasai sumber-sumber rempah-rempah.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here