Bangsa Terusir yang Diterima Palestina

    435
    0

    SEJARAHONE.UD – Awal mula orang-orang Israel datang ke Palestina dalam keadaan kudisan, kurus dan miskin. Orang-orang kudisan tanpa alas kaki dan tanpa baju ini datang dalam keadaan terusir. Tidak ada satu pun negeri di Eropa mau menerima kehadiran mereka.

    Muslimin Palestina memperlakukan mereka layaknya manusia. Bukan sebagai monyet kudisan.⁣⁣
    ⁣⁣
    Muslimin Palestina membuka pintu-pintu rumah mereka untuk orang-orang Yahudi yang Hitler menyebutnya sebagai “race-tuberculosis of the peoples”; ras yang menjadi sumber penyakit bagi ummat manusia.

    Ketika itu tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang sangat membahayakan manusia. Maka Hitler untuk memusnahkan dari negerinya, tetapi ia menyisakan sebagian agar kelak dunia mengerti mengapa ia membinasakan mereka.

    Kata Hitler, “I would have killed all the Jews of the world, but I kept some to show the world why I killed them. (Aku akan membunuh seluruh orang Yahudi di muka bumi, tetapi aku menyisakan Sebagian untuk menunjukkan mengapa aku membunuh mereka).”⁣⁣

    ⁣⁣
    Muslimin Palestina memperlakukan mereka dengan baik karena begitulah seharusnya akhlak seorang mukmin.

    Mereka menolong dengan tulus, meskipun tak seagama. Akan tetapi, ternyata kelak mereka benar-benar menjadi penyakit bagi ummat manusia. Bukan saja tidak berterima-kasih. Bahkan mereka berbalik menganiaya dan mengusir orang-orang yang menolongnya, lalu memutar-balikkan fakta di media massa dan buku-buku mereka. Hal yang sama mereka perbuat dalam beberapa cabang ilmu pengetahuan.

    TULISKAN PENDAPAT KAMU?

    Please enter your comment!
    Please enter your name here