Home Pahlawan AR Baswedan, Perjuangkan Kemerdekaan RI Hingga Ke Mesir

AR Baswedan, Perjuangkan Kemerdekaan RI Hingga Ke Mesir

120
0
AR Baswedan bersama Haju Agus Salim, dkk memperjuangkan Kemerdekaan RI secara de facto

Oleh. Hana Wulansari

 

SejarahOne.id – Haji Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan merupakan salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi eksistensi Republik Indonesia, yaitu dari Mesir.

Menjelang Indonesia merdeka, A.R. Baswedan ikut menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), di sinilah A.R. bersama para pendiri bangsa lainnya terlibat aktif menyusun UUD 1945. Setelah Indonesia merdeka, A.R. Baswedan menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Perjuangan A.R. Baswedan berlanjut di republik baru. Bersama dengan Haji Agus Salim (Menteri Muda Luar Negeri), Rasyidi (Sekjen Kementrian Agama), Muhammad Natsir dan St. Pamuncak, A.R. Baswedan (Menteri Muda Penerangan) menjadi delegasi diplomatik pertama yang dibentuk oleh negara baru merdeka ini. Mereka melobi para pemimpin negara-negara Arab. Perjuangan ini berhasil meraih pengakuan pertama atas eksistensi Republik Indonesia secara de facto dan de jure oleh Mesir. Lobi panjang melalui Liga Arab dan di Mesir itu menjadi tonggak pertama keberhasilan diplomasi yang diikuti oleh pengakuan negara-negara lain terhadap Indonesia, sebuah republik baru di Asia Tenggara.

 

NEWS STORY: Sepak Terjang Kakek Anies Baswedan di Balik Layar ...

AR Baswedan bersama  Haji Agus Memperjuangkan Kemerdekaan Secara De Facto Hingga ke Mesir

Motor Penggerak Sumpah Pemuda

 AR Baswedan juga dikenal sebagai motor penggerak Sumpah Pemuda keturunan Arab di Indonesia pada 4 Oktober 1934 di Semarang. Setelah Kongres Pemuda II tahun 1928, muncul gagasan agar keturunan Arab menjadikan Indonesia sebagai tanah air dan tak lagi mengaitkan dengan Yaman sebagai asal-usul mereka.

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari keturunan Arab yang ada di Indonesia. AR Baswedan, yang saat itu berusia 27 tahun mengumpulkan warga keturunan Arab dan mendirikan Persatuan Arab Indonesia (PAI). PAI ini mendukung perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.

 Pada masa-masa revolusi, A.R. Baswedan berperan penting menyiapkan gerakan pemuda peranakan Arab untuk berperang melawan Belanda. Mereka yang terpilih akan dilatih dengan semi militer di barak-barak. Mereka dipersiapkan secara fisik untuk bertempur.

A.R. Baswedan sendiri pernah ditahan pada masa pendudukan Jepang (1942). Saat Indonesia merdeka, ia mengorbankan keselamatan dirinya saat membawa dokumen pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Mesir pada 1948. Dia mendapatkan gangguan dan hambatan tak sedikit dalam menjaga dokumen ini.[4] Padahal, semua bandara di kota-kota besar, termasuk Jakarta, sudah dikuasai tentara Belanda dan Sekutu dan tidak ada yang bisa lewat dari penjagaan mereka. Tapi, berkat kelihaian dan kenekatannya, dengan menaruhnya di kaos kaki, dokumen penting dari Mesir itu bisa selamat dan Indonesia mendapatkan pengakuan sebagai negara merdeka secara penuh, secara de jure dan de facto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here