Home Khasanah Abdul Hamid II, Benteng Terakhir Khilafah Islamiyah

Abdul Hamid II, Benteng Terakhir Khilafah Islamiyah

50
0

SEJARAHONE.ID – Sultan Abdul Hamid II, atau  Abdü’l-Ḥamīd-i sânî (bahas Turki: İkinci Abdülhamit ) adalah sultan ke-34 Kesultanan Utsmaniyah dan sultan terakhir yang menerima kekuasaan absolut. Sultan lahir pada 21 September 1842, dia naik tahta pada tanggal 31 Agustus 1876 dan memerintah negara itu selama 33 tahun sampai ia digulingkan pada tanggal 27 April 1909 melalui kudeta militer, tak lama setelah Revolusi Turki Muda pada tahun sebelumnya.

Selama 34 tahun pemerintahannya, ia mengalami periode disintegrasi Kesultanan Utsmaniyah dan Balkan, pemberontakan di berbagai wilayah Utsmaniyah, dan kegagalan perang melawan Kekaisaran Rusia.

Sultan digulingkan pada tanggal 27 April 1909 melalui kudeta militer, tak lama setelah Revolusi Turki Muda pada tahun sebelumnya.  Sebagai hasil dari perjanjian yang ia buat dengan kaum pro-Konstitusional Genç Osmanlılar (Utsmani Muda). Dia mendeklarasikan parlemen konstitusional pertama Utsmaniyah pada tanggal 23 Desember 1876 dan dengan demikian memberikan kesan bahwa negara tersebut akan mendukung proses demokratisasi.

Namun, tak lama setelah itu, ia menangguhkan konstitusi dan menutup parlemen pada tahun 1878, dengan alasan ketidaksetujuannya dengan Parlemen. Setelah menutup majelis, ia memulai kekuasaan absolutnya dengan menggabungkan kekuatannya.

Upaya menuju modernisasi Kesultanan Utsmaniyah dilanjutkan oleh Abdulhamid. Selain reformasi dalam birokrasi, proyek-proyek seperti pembangunan dan pengembangan Jalur Kereta Api Rumelia, Jalur Kereta Api Anatolia, Jalur Kereta Api Baghdad dan Jalur Kereta Api Hejaz, serta pembangunan berbagai jembatan dan kabel telegraf dilaksanakan.

Sistem kereta api dan telegraf ini dikembangkan dengan bantuan perusahaan-perusahaan Jerman. Pada tahun 1898, sekolah hukum modern pertama di Utsmaniyah dibuka. Namun, tekanan kepada pers meningkat. Selama periode reformasi ini, pendidikan dikembangkan secara luas, banyak sekolah kejuruan didirikan, termasuk hukum, seni, perdagangan, teknik sipil, dokter hewan, bea cukai, pertanian dan sekolah bahasa. Meskipun ia menutup Universitas Istanbul pada tahun 1881, ia memutuskan untuk membukanya kembali pada tahun 1900, memperluas jaringan pendidikan sekolah dasar, menengah dan militer di seluruh kekaisaran. Ekonomi yang Kesultanan yang terpuruk pada saat itu memaksanya untuk membentuk Düyûn-ü Umûmiye pada masa awal pemerintahan Abdulhamid. Sultan Abdul Hamid wafat pada 10 Februari 1918

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here