Home Galeri Sejarah dan Perkembangan Mebel di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Mebel di Indonesia

867
0

SEJARAHONE.ID – Mebel atau  perlengkapan rumah seperti meja dan kursi, sudah digunakan sejak jaman dahulu, jauh sebelum masa penjajahan. Bahkan meja kursi diperkirakan telah ada sejak masa pra sejarah.

Bahkan, negara Indonesia terkenal dengan berbagai macam Furniture unik dengan model ukiran yang berfariasi, tak hanya itu Indonesia juga memiliki hutan yang luas yang menjadikan para pengusaha mebel atau Furniture termudah kan.

Namun kini banyak orang yang menebang pohon dan tidak memperdulikan berapa banyak pohon yang di tebang sehingga mengakibatkan kerusakan alam. Lepas Indonesia memiliki Furniture dan Mebel yang banyak diincar oleh negara lain, yang paling terkenal adalah mebel khas Jepara.

Tak hanya menggunakan kayu namun Indonesia juga memiliki mebel unik yang terbuat dari Kayu Rotan, Kayu Rotan memang sangat lah lentur tetapi dari segi kekuatan kayu rotan memang memiliki daya tahan yang awet loh apa lagi Indonesia memang terkenal memiliki sumber daya hutan yang asri.

Memang pada awal masuknya mebel atau Furniture di Asia sedikit berbefa dengan mebel yang ada d Eropa. Yang membuat keduanya berbeda yaitu dari segi bentuknya, Asia memang memiliki gaya dan bentuk mebel nya sendiri meskipun terkadang ada ukiran yang sedikit mirip dengan mebel Eropa, wajar saja karena hal itu dipengaruhi pada saat masa Kolonialisme.

Perkembangan Mebel di Indonesia

Perkembangan Industri Furniture atau Mebel di Indonesia sangat stabil, sejak dahulu industri mebel di Indonesia tak pernah mengalami penurunan secara drastis hal inilah yang membuat orang-orang ingin menjadi pengusaha mebel.

Di Jepara saja Sudah mencapai 3.539 unit Produksi  Perusahaan Mebel yang tercatat oleh dinas Perindustrian.

Bukan soal angka yang besar saja tetapi banyaknya perusahaan mebel juga membuat masyarakat Indonesia memiliki lapangan pekerjaan yang nyata. Namun pemerintah sangat menegaskan soal larangan penebangan hutan secara liar, untuk itulah hampir seluruh perusahaan mebel besar memiliki tanaman pohonnya sendiri agar tidak merusak ekosistem.

Pembahasan tentang 3.539 Unit Produksi perusahaan mebel adalag yang sudah terdaftar, namun masih ada banyak perusahaan mebel kecil yang belum terdaftar. Bahkan, perusahaan mebel kecil yang belum terdaftar oleh Dinas Perindustrian mencapai 15.000 usaha mebel.

Bahan utama pembuatan mebel yaitu kayu dan rotan membuat Indonesia harus lebih melakukan reboisasi terhadap hutan yang gundul. Faktanya mebel yang akan di ekspor ke luar negri lebih diutamakan oleh pemerintah Indonesia ketimbang produk lain.

Perkembangan industri mebel di Indonesia memiliki kemajuan yang signifikan mulai dalam negri bahkan luar negri, nilai ekspor yang diperkirakan hingga USD 1,8 miliar, nilai yang sangat fantastis ini membuat pemerintah sangat menghargai perusahaan mebel di Indonesia.

Corak Mebel Nusantara

Di Indonesia  bangunan bergaya modern mulai bermunculan setelah kemerdekaan tahun 1945. Gaya Art Deco pada rumah dan bangunan dengan pintu dan jendela tinggi, mulai banyak ditinggalkan orang dan beralih ke furniture bergaya klasik khas Indonesia.

Source: pinterest.com

Furniture klasik Indonesia biasanya didominasi nuansa etnik yang kental dengan ukiran bermotif floral atau unsur alam dengan menggunakan kayu dan penggunaan bahan-bahan khas Indonesia seperti rotan. Pada tahun 1960an hingga 1970an, model furniture yang populer adalah model jengki dengan ciri khas kaki yang meruncing dan miring serta bentuk kursi yang landai. Gaya jengki yang diambil dari kata yankee ini konon dicetuskan langsung oleh Bung Karno untuk menandingi gaya arsitektur kolonial.

Source: imgrum.net

Bangunan modern baru tumbuh subur seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 1970an dan 1980an, di mana pembangunan sedang gencar dilakukan di berbagai sektor seperti pembangunan rumah murah, gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, bandara, dan lain-lain. Meskipun furniture klasik dan mediterania masih digemari, namun orang-orang mulai berani bermain dengan warna yang lebih terang dan bentuk furniture mulai banyak mengikuti tren gaya retro. Furniture yang terkenal di masa tersebut adalah kursi lipat santai dengan bantalan lilitan karet, atau kursi merak plus side table senada yang biasa diletakkan di teras. Arsitektur bangunan yang juga dibuat lebih simpel, contohnya atap yang rata, jendela lebar berbentuk persegi, dan mulai maraknya penggunaan keramik atau teraso sebagai pengganti tegel.

Source: desainic.com

Menjelang tahun 1990an, gaya rumah minimalis mulai dikenal di Indonesia, terinspirasi dari konsep minimalis yang telah lebih dulu dipopulerkan Amerika dan Eropa.

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here