Home Galeri Legenda Ratu Penembak Pertama Se-Asia

Legenda Ratu Penembak Pertama Se-Asia

59
0

SEJARAHONE.ID – Tak banyak yang mengetahui bahwa “Ratu Menembak Asia” yang pertama adalah wanita Indonesia. Lely Sampoerna, demikian nama wanita yang mengharumkan nama bangsa karena satu-satunya atlit wanita yang berhasil meraih perak dalam Asian Games 1962. Lely masuk Pelatnas Asian Games 1962 dan akhirnya bertanding di Asian Games 1962.

Lely berhasil meraih medali perak di Asian Games pertamanya dan satu-satunya atlit perempuan yang bertanding kala itu.

Bagi Lely Sampoerno, tak pernah terbayangkan akan menjadi legenda di Indonesia. Bermula pada 1959 saat ia latihan menembak bersama Persatuan Istri AURI. Ya, saat itu Lely memang sudah menjadi istri Setyo Sampoerno yang anggota AURI.

Setelah itu karir menembak Lely berkembang pesat. Ia masuk Pelatnas Asian Games 1962 dan akhirnya bertanding di Asian Games 1962. Pada mulanya ditolak dan diprotes oleh negara lain karena Lely adalah satu-satunya atlit perempuan. Namun, justru pada akhir Asian Games, Lely mendapat respek dari atlit lainnya karena berhasil meraih medali perak di Asian Games pertamanya dan satu-satunya atlit perempuan yang bertanding kala itu.

Karir atlit Lely cukup panjang hingga akhirnya pensiun di usia 50 tahun. Sebagai seorang atlit, Lely telah membuka jalan prestasi atlit-atlit wanit di Indonesia.

Lely Sampoerna, penembak putri pertama di Asia pada tahun 1960-an. Pemilik nama asli Lely Koentratih ini awalnya adalah guru Sekolah Dasar (SD). Dua tahun menjadi guru, Lely kemudian dipersunting oleh Setyo Sampoerno, seorang Letnan Angkatan Udara. Pernikahannya dengan Setyo Sampoerno membuat Lely aktif dalam kegiatan persatuan istri Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), khususnya dalam bidang olahraga menembak.

Awalnya Lely sangat terkejut mendengar letusan keras, tapi keikutsertaanya dengan suami dalam aktivitas menembak membawa ketertarikan tersendiri bagi wanita kelahiran Sukabumi, 2 Desember 1935 ini. Ia kemudian rutin berlatih menembak dan terus mengasah bidikannya.

Karena bakat dan prestasinya itu, Lely dikirim sebagai wakil tuan rumah Indonesia pada Asian Games 1962. Ia menjadi atlet tembak putri pertama pada ajang tersebut. Keikutsertaannya sempat diprotes negara lain, tapi ia tetap bisa bertanding melawan para atlet putra karena saat itu belum ada aturan pemisahan atlet putra dan putri.

“Ketika satu-satunya atlet penembak wanita hanya saya dari Indonesia. Dari negara lain laki-laki semua. Kontingen menembak dari beberapa negara sempat protes, mungkin karena ketika itu dipengaruhi isu kesetaraan gender juga ya,” katanya mengisahkan.

“Memang ketika itu atlet perempuan masih jarang. Tapi ternyata saya ketika itu berhasil meraih medali perak, unggul melawan sebagian besar atlet putra,” imbuhnya.

Semakin lama prestasi Lely semakin moncer. Ia berhasil menjadi penembak putri terbaik di kejuaran Asia pada tahun 1983. Kemenangannya di berbagai kompetisi menembak dunia akhirnya menempatkannya sebagai atlet menembak peringkat 12 dunia.

Ada 12 medali emas dan tujuh medali perak yang ia raih selama keikutsertaan tujuh kali di Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai tahun 1961 hingga 1985. Selain itu, Lely juga meraih 8 medali emas dan 5 medali perak pada South East Asia Shooting Association (SEASA) sejak tahun 1968 hingga 1983.

Masa Pensiun

Meski telah pensiun menjadi atlet, aktivitas Lely tetap tak bisa jauh dari senjata. Ia kemudian duduk sebagai Manajer Pembelian dan Penjualan PT Lokta Karya Perbakin, sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis impor senjata api dan amunisi, serta spare part senjata api dari Eropa dan Singapura.

Walau mundur sebagai atlet menembak, dunia Lely tak jauh dari senjata. Kini dia duduk sebagai Manajer Pembelian dan Penjualan di PT Lokta Karya Perbakin, sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis impor senjata api dan amunisi.

Lely Sampoerno, Ratu Menembak Asia Pertama Asal Indonesia

Lely Sampoerna di Usia 82 tahun

Di usianya yang hamper menginjak 83 tahun, Lely sangat berharap akan munculnya atlet tembak putri yang mampu mengembalikan kebanggaan olahraga menembak Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

“Saya berharap Indonesia bisa mengirimkan kembali penembaknya ke Olimpiade. Saya ingin atlet kita penuh dedikasi, menjunjung tinggi nasionalisme dan berambisi membawa kebesaran nama bangsa. Saya sangat senang jika diminta untuk berbagi ilmu dan pengalaman pada atlet muda kita,” kata Lely mengakhiri.

 

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here