Kisah Ali Sadikin dan Pak Harto yang Tak Banyak Diketahui

    70
    0

    SEJARAHONE.ID – Terdapat kisah menarik antara  penguasa Orde Baru, Soeharto dengan mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin. Kisah yang sarat kepentingan politik itu dirahasiakan pada publik, ketika penguasa orde baru berkuasa.

    Ali Sadikin atau biasa disapa Bang Ali diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Ir.Soekarno atau Bung Karno pada tahun 1966.

    Kemudian Bung Karno lengser pasca peristiwa G30S/PKI. Posisi Soekarno diganti oleh Soeharto sebagai Presiden. Setelah Soeharto berkuasa, masa bakti Bang Ali jadi Gubernur Ibukota diperpanjang sampai akhirnya pensiun dari jabatannya sebagai gubernur.

    Setelah tak jadi penguasa ibukota, Bang Ali menjadi salah satu tokoh yang berani mengritik kepemimpinan Pak Harto.

    Bersama tokoh nasional lainnya, seperti Muhammad Hatta, Jenderal AH Nasution, M Natsir, Jenderal Hoegeng, Imam Santoso dan tokoh lainnya, Bang Ali mencetuskan Petisi 50. Petisi 50 tersebut, bisa dikatakan sebagai sebuah gerakan oposisi pertama di era Soeharto. 

    Tapi karena meneken dan aktif di Petisi 50 itu, Bang Ali akhirnya mulai dipersulit oleh Pak Harto. Geraknya dibatasi. Bahkan tak hanya Bang Ali, semua tokoh yang aktif di Petisi 50, dikucilkan termasuk dicekal.

    Salah satu hal yang dialami Bang Ali setelah dipersulit oleh Soeharto, adalah Bang Ali tak bisa meminjam uang di bank, terutama bank pemerintah.

    Tidak hanya itu, untuk menghadiri acara semacam seminar atau undangan pernikahan, Bang Ali juga dipersulit. Jika sebuah acara nikahan itu juga mengundang Pak Harto, hampir dipastikan Bang Ali kesulitan untuk datang. Padahal dia juga diundang yang punya hajatan.

    Ali Sadikin Pilihan Soekarno

    Ali Sadikin gubernur DKI yang dipilih Soekarno karena koppig, keras kepala dan terus menjabat hingga 11 tahun lamanya.

    Bang Ali, membangun banyak hal di Jakarta termasuk Taman Ismail Marzuki yang menjadi pusat kesenian di Jakarta. Pembangunan Taman Ismail Marzuki ini berlangsung cepat, Bang Ali memang mendedikasikan tempat ini untun para seniman di Jakarta.

    Rekam jejak dan beragam pembangunan yang diinisiasi Bang Ali tak pelak membuatnya menjadi Gubernur DKI Jakarta terbaik dan tersukses pasca Indonesia merdeka.

    TULISKAN PENDAPAT KAMU?

    Please enter your comment!
    Please enter your name here