Home Khasanah Ketika Islam Mewarnai Cina

Ketika Islam Mewarnai Cina

46
0

SEJARAHONE.ID – Islam menyentuh peradaban China diawali dengan banyaknya pedagang China yang mengadakan kontak dagang di Arab, Parsi, dan Romawi. Meski demikian, kontak yang paling intens terjadi dengan Kekaisaran Romawi dan Parsi.

Ketika Islam berkembang pesat pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab (634-644) dan Khalifah Usman (644-656), Parsi dan Romawi takluk dalam kekuasaan Islam.

Banyak pedagang China yang dalam kontak dagangnya dengan pedagang Parsi dan Romawi kemudian memeluk Islam. Pedagang-pedagang inilah yang kemudian menyiarkan Islam di China. Masa itu, China dikuasai oleh Dinasti Tang (565-635).

Kepada sang Kaisar, para pedagang Muslim China itu memohon untuk diperbolehkan mendatangkan guru-guru pengajar Alquran dari Parsia. Permohonan mereka kemudian dikabulkan, maka dikirimlah utusan ke Parsia.

Sayangnya, permintaan Kaisar China itu ternyata tidak dapat dikabulkan oleh penguasa Muslim di Parsia, dengan alasan jauhnya negeri China. Hal ini mendorong Kaisar China meminta langsung kepada Khalifah di Madinah.

Utusan ini diterima langsung oleh Khalifah Usman bin Affan yang kemudian menyanggupi mengirimkan guru-guru yang akan mengajarkan Islam ke China. Delegasi Islam pertama dari Madinah ini datang di China pada 25 Agustus 651 M.

Konon, delegasi ini dipimpin langsung oleh sahabat Nabi SAW, Abi Waqqas (Abi Wankesu, dalam bahasa China. Kuburan tokoh yang menjadi salah seorang tenaga pengajar Alquran ini terdapat di Guangzhou dan dikenal dengan sebutan Raudah Abi Waqqas).

Ketika menghadap Kaisar, para utusan Muslim ini menjelaskan berbagai hal tentang Islam. Kaisar pun berkenan dan mempersilakan mereka mengajarkannya kepada bangsa China. Sejak itulah Islam mulai dikenal di negeri yang memiliki luas permukaan tanah mencapai 9,6 juta kilometer persegi dan penduduk lebih dari 1,4 miliar itu.

Sumber: Republika Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here