Home Merdeka Kisah Legendaris Dua Penerbang Wanita Pertama di Indonesia

Kisah Legendaris Dua Penerbang Wanita Pertama di Indonesia

1003
0

SEJARAHONE.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kerap kali karena bertugas menjaga ketahanan dan keamanan negara di udara. Sehingga, pesawat menjadi salah satu peralatan perang khas TNI AU.

 

Hal yang cukup mengejutkan adalah sosok pilot pertama yang menerbangkan pesawat TNI AU.

Tentara pria saja harus melalui seleksi bertahap untuk dapat menerbangkan pesawat TNI AU. Dan, yang tidak disangka-sangka bahwa sosok pilot pertama TNI AU justru adalah duo penerbang perempuan pertama. Kedua sosok pilot wanita tentunya menjadikan harum nama bangsa.

Indonesia Military mencatat bahwa pesawat Hercules tipe C-130 yang merupakan pesawat pertama TNI AU diterbangkan Lulu Lugiyati dan Herdini Suryanto. Kedua wanita tersebut merupakan lulusan sekolah Wanita Angkatan Udara (Wara). Dalam masa pendidikannya, tepatnya pada 1963, mereka merupakan dua wanita yang berhasil lulus dari Wara di antara 30 wanita lainnya.

Karir mereka berdua diawali ketika masih berkuliah. Lulu pada awalnya merupakan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Ketika masih menjadi mahasiswi, ia tertarik mendaftar menjadi murid Wara setelah melihat potongan iklan pendaftaran Wara di surat kabar.

Herdini (tengah) dan Lulu Lugiyati (kanan) dilantik menjadi penerbang perempuan pertama di TNI AU oleh Komandan Wing saat itu. Hanya dua dari tiga calon penerbang perempuan yang lulus di masa itu dan selanjutnya bertugas sebagai penerbang solo dengan pesawat ringan Piper Cub. Foto : Arsip Keluarga Herdini

Hal yang sama juga terjadi pada Herdini. Kala itu, ia merupakan mahasiswi tingkat akhir di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Ia memiliki beberapa teman dekat yang menjadi anggota kelompok terbang layang di TNI AU. Melalui teman-temannya tersebut, Herdini mendapat informasi mengenai pendaftaran Wara.

 

Karir penerbangan mereka pun dimulai setelah lulus dari pendidikan militer dasar. Dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga lulusan pendidikan militer dasar yang kemudian mengikuti pendidikan pilot. Herdini dan Lulu merupakan dua di antaranya. Keduanya pun berhasil lulus dari pendidikan pilot dan menjalani pelantikan atau wing day.

Ketika hari itu, keduanya harus terbang selama 10 jam bersama dengan seorang instruktur. Namun, setelah itu, keduanya terbang sendiri ke Surakarta. Bahkan, keduanya juga pernah melakukan penerbangan cross country ke beberapa tempat di Pulau Jawa.

Karena pekerjaannya di bidang penerbangan, Lulu akhirnya bertemu dengan Kapten Edi Sudrajat. Setelah bertemu dan saling mengenal, keduanya pun akhirnya menikah. Edi Sudrajat dalam beberapa tahun kemudian dilantik menjadi Panglima ABRI/Menhankam RI.

Sementara itu, Herdini menikah dengan seorang penerbang TNI AU bernama Boyek Soeryanto. Herdini menikah ketika Boyek pensiun dengan pangkat kolonel. Dan, ia kemudian pensiun pada 1966. Dua tahun kemudian, Lulu menyusul pensiun. Duo penerbang wanita pertama tersebut telah menorehkan sejarah untuk bangsa ini, khususnya bagi anggota Wara.

Lulu Lugiati dan Herdini adalah 2 perempuan Indonesia pertama yang menjadi penerbang TNI AU. Karir 2 perempuan hebat ini bermula dari pendidikan sarjana yang lalu mengikuti seleksi Wanita Angkatan Udara atau Wara angkatan pertama pada tahun 1963. Usai lulus seleksi, mereka berdua digembleng di Kaliurang, Yogyakarta selama 6 bulan. Dari 30 calon Wara, ada 3 orang yang lolos menjadi penerbang. Dari 3 tersebut akhirnya hanya 2 yang lolos tahap akhir dan menjadi penerbang penuh. Lulu dan Herdini kemudian berhak mendapatkan wing penerbang dan dipercaya menerbangkan pesawat ringan jenis Piper Cub.

Foto: koleksi pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here