Home Galeri Sejarah RIS, Bentukan Belanda Ditolak Rakyat

Sejarah RIS, Bentukan Belanda Ditolak Rakyat

76
0
Rakyat Pasundan berdemo dan menyampaikan aspirasi langsung ke Presiden Soekarno yang saat itu sedang di Yogyakarta.

SEJARAHONE.ID – Pasca Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda menerima kedaulatan Negara Indonesia. namun, Belanda tidak begitu saja melepaskan Indonesia sebagai negara merdeka dan melakukan berbagai upaya untuk kembali menguasai Indonesia. Setelah Republik Indonesia Serikat (RIS) menerima pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949, muncul rasa tidak puas di kalangan rakyat terutama negara-negara bagian di luar Republik Indonesia.

 

Para pemimpin bangsa berjuang agar Indonesia  kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara RIS adalah bentukan Belanda Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada masa RIS, Belanda menciptakan 15 negara bagian atau daerah yang bersifat kolonial dan belum merdeka penuh.

 

Negara-negara bagian ciptaan Belanda adalah: Negara Indonesia Timur (NIT): negara bagian pertama ciptaan Belanda terbentuk pada 1946. Negara Sumatera Timur: terbentuk pada 25 Desember 1947 dan diresmikan pada 16 Februari 1946.

Negara Sumatera Selatan: terbentuk atas persetujuan Van Mook pada 30 Agustus 1948, daerah meliputi Palembang dan sekitarnya, dengan Presiden Abdul Malik.

 

Negara Pasundan (Jawa Barat). Negara Jawa Timur: terbentuk pada 26 november 1948 melalui surat keputusan Gubernur Jenderal Belanda. Negara Madura: terbentuk melalui suatu plebesit dan disahkan Van Mook pada 21 Januari 1948. Selain enam negara bagian itu, Belanda masih menciptakan daerah-daerah yang berstatus daerah otonom.

Daerah-daerah otonom ciptaan Belanda adalah:  Kalimantan Barat Kalimantan Timur Dayak Besar (daerah Kalimantan Tengah) Daerah Banjar (Kalimantan Selatan) Kalimantan Tenggara Jawa Tengah Bangka Belitung Riau Kepulauan

Pada era berlakunya RIS, para pemimpin bangsa cukup susah untuk menyatukan kembali Republik Indonesia menjadi satu kesatuan. RIS bisa dikatakan salah satu upaya terakhir Belanda agar masih bisa bertahan di Indonesia.

Rakyar Menolak Negara Bentukan Belanda

Namun, penolakan kencang datang dari Rakyat. Memang benar Republik Indonesia Serikat sedikit banyak memang dibentuk dan didukung oleh orang-orang yang beririsan kepentingannya dengan Belanda.

Salah satu yang paling kuat menentang adalah Rakyat Jawa Barat yang tidak mau ada Republik Pasundan dalam RIS. Mereka kemudian berdemo dan menyampaikan aspirasi langsung ke Presiden Soekarno yang saat itu sedang di Yogyakarta.

Terbukti kelak, Republik Indonesia Serikat memang tidak berumur panjang.

Foto tahun 1948 koleksi Perpustakaan Daerah Jawa Tengah.

TULISKAN PENDAPAT KAMU?

Please enter your comment!
Please enter your name here