Home Galeri Sejarah Taman Mini Indonesia Indah, Inspirasi Ibu Tien Akan Miniatur Indonesia

Sejarah Taman Mini Indonesia Indah, Inspirasi Ibu Tien Akan Miniatur Indonesia

195
0

SEJARAHONE.ID – Taman Mini Indonesia Indah atau TMII adalah sebuah destinasi wisata yang terletak di Jakarta Timur. Luasnya sekitar 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi. Mengutip laman resmi TMII, gagasan pembangunan Taman Mini Indonesia Indah bermula dari Tien Soeharto atau Siti Hartinah Soeharto, istri Presiden Soeharto. Ide itu tercetus dalam sebuah pertemuan di kediaman Soeharto di Jalan Cendana Nomor 8 Jakarta Pusat, pada 13 Maret 1970.

Tien Soeharto membayangkan ada miniatur Indonesia lengkap dengan seni dan budaya di masing-masing sukunya. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui adat istiadat setiap daerah tanpa harus pergi jauh ke tempatnya. Pengetahuan ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.

Profil TMII: Taman Kebudayaan Indonesia yang Digagas Tien Soeharto - Tirto.ID

 

Ide pembuatan miniatur Indonesia ini bangkit setelah Ibu Negara mendengarkan dan menghayati isi pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan umum DPR GR Tahun 1971. Selain itu, beliau juga sering menyertai Presiden mengunjungi negara-negara sahabat dan melihat objek-objek wisata di luar negeri.

Sehingga bangkit gagasan untuk membangun taman rekreasi yang menggambarkan keindahan dan keberagaman Indonesia. Melalui taman rekreasi ini, diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia.┬áMaka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur “Indonesia Indah”, yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.

TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektare. Aslinya topografi TMII agak berbukit karena merupakan danau raksasa yang dikeringkan, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.

Sejak ide disetujui Presiden Soeharti, mulailah Proyek Miniatur Indonesia ‘Indonesia Indah’ yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita. TMII mulai dibangun pada 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975. Sejatinya topografi TMII agak berbukit. Tim perancang memanfaatkan kontur tanah yang tidak rata untuk menciptakan bentang alam dan lansekap seperti wilayah Indonesia yang sesungguhnya.

Di TMII terdapat danau buatan yang menjadi miniatur kepulauan Indonesia. Gugusan pulau pada danau itu menggambarkan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ada pula anjungan daerah yang menunjukkan kekayaan seni dan budaya setiap suku bangsa di 33 provinsi Indonesia. Mulai dari bentuk rumah adat, busana daerah, peninggalan budaya lainnya, sampai atraksi keseniannya.

Beberapa kegiatan hiburan di Taman Mini Indonesia Indah yang diminati pengunjung antara lain kereta gantung, Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku, Istana Anak-anak Indonesia, sampai aula untuk menggelar pertemuan atau resepsi.

Pada tahun 2001, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meneken Peraturan Presiden(Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut, lewat aturan ini, pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari Yayasan Harapan Kita.

“Yayasan ini (Harapan Kita) sudah hampir 44 tahun mengelola milik negara ini, dan kami berkewajiban melakukan penataan, memberi manfaat luas ke masyarakat dan memberi kontribusi terhadap keuangan negara,” kata Pratikno, Rabu, 7 April 2021.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here