Home Merdeka Peran Panitia 9 Dalam Kelahiran Pancasila

Peran Panitia 9 Dalam Kelahiran Pancasila

24
0

SEJARAHONE.ID – Pancasila diyakini sebagai dasar negara bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Pancasila dirumuskan pertama kali dalam sidang BPUPKI  pada 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Awal mula pembentukan BPUPKI adalah untuk menyelidiki hal-hal penting, serta menyusun rencana-rencana yang berhubungan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia.

Panitia Sembilan - Isi Piagam, Hasil Sidang, Anggota, Peran

Salah satu hal yang dipersiapkan atau dirancang dalam sidang BPUPKI adalah Pancasila. Kemudian Pancasila dicetuskan dalam pidato yang disampaikan oleh presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Soekarno dalam sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.

Maka dari situlah tanggal 1 Juni 1945 diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Penamaan Pancasila terdiri dari bahasa sansekerta yaitu “Panca” berarti ‘lima’ dan “syla” berarti ‘batu sendi’ atau ‘alas dasar’, dicetuskan oleh Ir Soekarno.

BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang.

Tokoh-tokoh yang berjasa dalam penyusunan Pancasila adalah Panitia Sembilan.

Pancasila dalam sejarah, dirumuskan oleh tiga tokoh nasional Indonesia saat sidang BPUPKI berlangsung. Ketiga tokoh tersebut berperan penting dalam perumusan Pancasila yang hingga saat ini masih menjadi dasar negara kita. Ketiga tokoh tersebut adalah Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Seperti yang kita ketahui Soekarno merupakan tokoh penting Indonesia, Soekarno merupakan presiden pertama di Indonesia.

Sementara itu, Mohammad Yamin dikenal sebagai seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum.

Dan yang terakhir Soepomo, ia dikenal sebagai tokoh ahli hukum dan pahlawan nasional Indonesia. Sebelum menjadi lima butir sila yang sah, dahulu ada beberapa rancangan rumusan Pancasila. Dasar perumusan Pancasila dari tiga tokoh besar Indonesia, sebagai berikut:

1. Rumusan Mohammad Yamin

Mohammad Yamin membuat rumusan yang terdiri dari lima poin berikut ini untuk bisa dijadikan dasar negara.

– Peri kebangsaan

– Peri ketuhanan

– Peri kerakyatan

– Kesejahteraan rakyat

Rumusan tersebut diajukan pertama kali secara lisan pada tanggal 29 Mei 1945. Sementara, saat disampaikan dalam bentuk tertulis, rumusan yang diajukan adalah:

– Ketuhanan Yang Maha Esa

Kebangsaan

– Persatuan Indonesia

– Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab

– Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

2. Rumusan Dr Soepomo

Pada pidatonya dalam sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945, Soepomo mengusulkan rumusan Pancasila yang berisi:

– Persatuan

– Kekeluargaan

– Keseimbangan lahir dan batin

– Musyawarah

– Keadilan rakyat

3. Rumusan Ir Soekarno

Ketika sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang berisi gagasan tentang dasar negara.

Ir. Soekarno memberikan tiga usulan untuk dijadikan dasar negara, yakni Pancasila, Trisila, dan Ekasila.

Rumusan Trisila yang diusulkan Ir. Soekarno berbunyi seperti ini:

– Sosio – nasionalisme

– Sosio – demokratis

– Ke – Tuhanan

Rumusan Ekasila yang diusulkan Ir Soekarno berbunyi seperti ini:

– Gotong – royong

Tetapi, pada akhirnya dasar negara yang dipilih adalah Pancasila.

Lima poin rumusan Pancasila yang diusulkan Ir. Soekarno berbunyi seperti ini:

1. Kebangsaan Indonesia – atau nasionalisme

2. Internasionalisme – atau peri-kemanusiaan

3. Mufakat – atau demokrasi

4. Kesejahteraan sosial

5. Ketuhanan

Rumusan Dasar Negara Pancasila

Rumusan Pancasila sebagai dasar negara yang sah tercantum dalam UUD 1945 dan disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945.

Rumusan dasar negara dalam pembukaan UUD 1945 terletak pada alinea ke empat.

Berdasarkan istruksi yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia, yakni Instruksi No.12/1968 pada 13 April 1968, tata urutan dan rumusan Pancasila yang sah adalah:

– Ketuhanan Yang Maha Esa

– Kemanusiaan yang adil dan beradab

– Persatuan Indonesia

– Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan/perwakilan

– Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here