Kedekatan Soekarno dengan Komunis Bukan Hoax

    231
    0

    SEJARAHONE.ID – Kedekatan Soekarno dengan PKI di tahun 1965 dapat terendus oleh para Jendral TNI AD. Soekarno secara terang-terangan mendukung partai komunis Indonesia. Bahkan, selain memberi ruang pada partai komunis, beberapa orang penting di lingkungan Soekarno adalah pengikut partai komunis.

    Keterlibatan Soekarno dengan G30S PKI masih dipertanyakan hingga kini

    Gerakan kudeta PKI yang menghabisi para Jendral TNI AD berhasil diredam. Ketika itu Panglima Kostrad Soeharto berhasil menangkap para pelaku G30S dan menstabilkan kondisi keamanan nasional.

    Beberapa pendukung Soekarno menyangkal kedekatan Soekarno dengan komunis.

    Namun, dalam perjalanan politiknya Bung Karno terbukti dekat dengan Cina dan Uni Soviet yang berlatar belakang komunis.

    Bung Karno dan Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khruchev bahkan pernah berfoto bersama dalam sebuah jamuan makan, bertukar api dan menyulut rokok, selepas makan.

    Nyaris tak terkesan formal dan sesuai dengan protokoler jika menyaksikan pemandangan seperti ini.
    Rokok menjadi simbol kedekatan, keakraban dan diplomasi.  Indonesia menjadi salah satu pendiri negara-negara yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok. Soekarno pun tak begitu risau akan kegalauan blok Barat yang dipimpin Amerika itu.

    Maka tak jadi soal jika Indonesia akan menjalin hubungan dengan blok manapun–ketika itu konstelasi politik dunia memang tengah berebut pengaruh atau Blok Barat dan Blok Timur. Mesranya hubungan Indonesia Soviet inipun membuat Amerika terbakar cemburu. Bahkan dalam sebuah kesempatan, Menlu AS (kala itu) John Foster menyampaikan kritik pedas terhadap Soekarno dengan mengatakan ; “Politik AS bersifat global, aliran netral adalah tidak bermoral”.

    Dan dijawab oleh Soekarno dengan; “Sebagai sahabat yang bijaksana dan lebih tua, Amerika memberikan nasihat itu bisa. Akan tetapi jangan mencampuri urusan kami”. Kekhawatiran Amerika akhirnya semakin memuncak, ketika-pada akhirnya, Indonesia mendapatkan perlengkapan militernya dari blok Soviet.

    Singkatnya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan militer yang cukup mencengankan. Kapal penjelajah kelas Sverdlov (KRI Irian) dan selusinan “Siluman Laut-Hiu Kencana” menjadi koleksi TNI. Bahkan kekuatan udara TNI pun tak kalah mengkhawatirkan negara tetangga semacam Australia. Menyaksikan kekuatan yang sedemikian itu, Belanda akhirnya bersedia untuk membicarakan persoalan Irian ke meja perundingan.
    .
    Sumber:
    Foto colorized : indonesian_history_in_color

    TULISKAN PENDAPAT KAMU?

    Please enter your comment!
    Please enter your name here