Tokoh Reformasi dan Perannya dalam Kancah Politik Nasional

    111
    0

    Sekilas tentang Amien Rais 

    Dr. H. Muhammad Amien Rais pendiri Partai Amanat Nasional yang memutuskan keluar dan membentuk partai baru. Bapak Reformasi, mantan Ketua MPR 1999-2004 dan Ketua Umum PAN 1998-2005.
    Pada awal 2021, Dr. H. Muhammad Amien Rais pendiri Partai Amanat Nasional yang memutuskan keluar dan membentuk partai baru. Bapak Reformasi, mantan Ketua MPR 1999-2004 dan Ketua Umum PAN 1998-2005.

     

    Dr. H. Muhammad Amien Rais adalah sosok akademisi, politikus dan pendiri dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ia sekaligus menjabat Ketua Umum partai untuk periode 1998-2004. Sosok Amien Rais bisa dibilang memegang peranan kunci dalam pergulatan atmosfir politik menjelang dan saat meletusnya Reformasi 1998.

    Sebutan Bapak Reformasi seringkali dilekatkan terhadapnya, sekalipun banyak menuai kontra. Dirinya juga berperan sebagai inisiatior Poros Tengah, sebuah barisan koalisi pihak ketiga yang mencakup dukungan partai-partai berasaskan Islam demi pencalonan K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) melawan Megawati Soekarnoputri. Poros Tengah berhasil membawa Gus Dur menjadi presiden RI ke-4. Selama 5 tahun pula sejak tahun 1999 hingga 2004, Amien Rais menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI).

    Pada tahun 2004 ia sempat maju menyalonkan diri sebagai calon presiden bersama Siswono Yudohusodo sebagai pendampingnya. Namun kali ini keberuntungan tak memihaknya, Amien dan Siswono hanya menempati urutan ke-4 dari 5 calon presiden dengan mengantongi suara sebanyak 17.392.931 atau 17 persen dari seluruh Indonesia.

    Semakin tak meredamnya konflik internal dalam partai yang ia dirikan, menjadikan posisi Amien Rais terhempas keluar dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional. Dirasa tak lagi sama seperti visi dan misi partai yang ia besarkan, Amien dan para loyalis dekatnya memilih hengkang dari kepengurusan dan berikrar akan membentuk partai terbaru yang tak lagi menggunakan elemen berbau PAN.

    Amien Rais yang dikenal dengan sosok yang selalu kritis terhadap peran pemerintah, semakin melihat bagaimana partainya (PAN) semakin bercondong kepada status quo, pemerintahan Jokowi dalam beberapa tahun belakangan.

     

    “Saya dan sebagian sahabat-sahabat saya yang prihatin dengan perkembangan kondisi bangsa dan negara kita akhir-akhir ini, bahwa ada kebutuhan perlunya muncul sebuah partai baru,” Amien Rais, pendiri Partai Amanat Nasional

     

    Sepak terjang Amien Rais dalam kancah perpolitikan nasional, awal mula terjun ke duni politik adalah ketika Amin berperan menjadi Ketua Umum Muhammadiyah periode 1995-1998. Amin kemudian Mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada tahun 1998, sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum partai untuk periode 1998-2005.

    Amin menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) selama lima tahun untuk periode 1999-2004, yang kemudian diteruskan oleh Hidayat Nur Wahid dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

     

    Pada 7 Oktober 1999 Amien Rais menginisiasi Poros Tengah, suatu koalisi yang terdiri dari partai-partai berasaskan Islam demi mengusung pencalonan K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon presiden yang menantang dua kandidat lainnya; Megawati Soekarnoputri dan B.J Habibie.

    Koalisi Poros Tengah hasil atraksi politik Amien Rais berhasil mengantarkan Gus Dur sebagai presiden RI ke-4 pada tanggal 7 Oktober 1999. Dengan perolehan akhir suara; 373 suara mendukung Gus Dur melawan 313 suara yang mendukung Megawati Soekarnoputri. 

    Maju kontestasi pemilihan presiden 2004 sebagai calon presiden didampingi Siswono Yudohusodo sebagai calon wakil presiden. Duet yang didukung oleh 8 partai koalisi ini hanya mampu meraup suara sebanyak 17.392.931 atau 14,66 persen dan menempati urutan keempat dari lima calon pasangan.

    Walaupun partai besutannya PAN, tak mencapai angka 10 persen pada pemilu 1999, namun peran Amien Rais sangat krusial dalam menentukan jabatan presiden pada Sidang Umum MPR 1999 dan Sidang Istimewa 2001.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here