Home Pemberontakan Asal Mula Pemberontakan Permesta di Indonesia Timur

Asal Mula Pemberontakan Permesta di Indonesia Timur

33
0

SEJARAHONE.ID –  Permesta merupakan salah satu gerakan militer di Indonesia Timur, yang terjadi karena merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintahan pusat. Latar belakang pemberontakan Gerakan perjuangan rakyat semesta (Permesta) dan PRRI adalah rasa ketidakpuasan dari angkatan militer di daerah terhadap pusat, terutama muncul dari Sumatera dan Sulawesi.

Permesta didirikan pada 2 Maret 1957. Pendirian gerakan ini ditandai dengan pembacaan Piagam Perjuangan Semesta atau Permesta di rumah Gubernur Makassar.

 

DEWAN BANTENG: PERJUANGAN RAKYAT SEMESTA (PERMESTA)

Dewan Banteng, gerakan rakyat Permesta

Menurut Risky Reza Rondonuwu dalam jurnal yang berjudul Kakas dalam Peristiwa Permesta 1957-1961 “Ditinjau dari Sudut Pandang Sejarah” (2016), pendirian Permesta dideklarasikan oleh Pemimpin Sipil dan Militer Indonesia Timur, Letnan Kolonel Ventje Sumual. Pendeklarasian ini turut didukung oleh 50 tokoh militer dan sipil di Indonesia Timur.

Awalnya gerakan ini mendapat dukungan masyarakat Makassar. Namun, lambat laun masyarakat mulai tidak menyukai Permesta, sehingga gerakan ini berpindah markas ke Manado.

Pendapat lain menyebutkan, awal berdirinya Gerakan Permesta dikarenakan kekecewaan terhadap sistem pembangunan dan ekonomi yang dianggap tidak merata, serta permasalahan otonomi daerah.  Akhirnya pada 17 Februari 1958, Mayor D.J. Somba selaku Komando Daerah Militer Sulawesi Utara dan Tengah, menyatakan jika Sulawesi Utara dan Tengah sudah putus hubungan dengan Pemerintah Pusat di Jakarta.

Beberapa anggota militer dan rakyat bergabung dengan PRRI. Menurut Donald Qomaidiansyah Tungkagi dalam buku Meretas Tabir Identitas: Serpihan Sejarah dan Budaya Bolaang Mongondow (2020), dalam gerakan ini, Permesta bergabung dengan PRRI atau Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Kemudian. Permesta dan PRRI  mendirikan pemerintahan tandingan dengan Mr. Syafruddin Prawiranegara sebagai Perdana Menteri. Akibatnya konflik bersenjata tidak dapat dihindari. Konflik ini berlangsung sejak 1958 hingga 1961.

Operasi Merdeka

Menyadari gerakan disintegrasi oleh PRRI dan Permesta, pemerintah RI melakukan upaya perdamaian dan penumpasan. Untuk menumpas aksi pemberontakan yang terjadi, pemerintah mengirimkan operasi militer gabungan dengan nama Operasi Merdeka yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat.

Ternyata gerakan PRRI/Permesta mendapat bantuan pihak asing. Hal ini dibuktikan dengan Allan Pope, pilot Amerika Serikat, yang tertembak. Kejadian ini mengubah sikap Pemerintah Indonesia terhadap Amerika Serikat serta partai yang turut membantu gerakan PRRI/Permesta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here