Home Uncategorized Sejarah Konggres Bahasa Indonesia dan Perkembangan Bahasa

Sejarah Konggres Bahasa Indonesia dan Perkembangan Bahasa

71
0

SEJARAHONE.ID – Dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia, bahasa Indonesia telah mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, bahasa, dialek dan etnik dalam satu kesatuan bahasa Indonesia. Konggres bahasa Indonesia memiliki peran dalam perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang selanjutnya menjadi bahasa nasional

Kongres Bahasa Indonesia I diselenggarakan atas prakarsa perseorangan, yaitu Raden Mas Soedardjo Tjokrosisworo, wartawan harian Soeara Oemoem Soerabaja dan Soemanang Soerjowinoto, Direktur Perguruan Rakyat. Kongres itu terselenggara untuk menindaklanjuti Kongres Pemuda 1928 yang menyepakati bahwa pemuda pemudi Indonesia menjungjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda pertama

Sumpah Pemuda, Mengikrarkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan

Berkat peranan bahasa Indonesia yang sangat penting, pada tanggal 18 Agustus 1945, dilakukan penandatanganan Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

Pascakemerdekaan, bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang amat pesat, sehingga bahasa Indonesia bukan saja menjadi bahasa yang mampu mengikat persatuan dan kesatuan bangsa, melainkan juga menjadi penghela ilmu pengetahuan.

Sebagai pengikat persatuan dan kesatuan, bahasa  Indonesia dapat menghilangkan batas-batas etnisitas bangsa Indonesia dalam berkomunikasi. Sebagai penghela ilmu, bahasa Indonesia telah mampu mewadahi keberagaman konsep pengetahuan, baik konsep yang berakar pada kearifan nusantara maupun konsep peradaban barat.

Peningkatan peran dan fungsi bahasa Indonesia telah tertuang dalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dan Peraturan Pemerintah nomor 57 tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi bahasa Indonesia.

Peningkatan peran dan fungsi serta tersebut tidak lepas dari hasil-hasil pembahasan perkembangan bahasa Indonesia pada Kongres Bahasa Indonesia yang telah diselenggarakan. Berikut informasi penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia dari masa ke masa:

1) Kongres Bahasa Indonesia I di Solo, 25—27 Juni 1938,

2) Kongres Bahasa Indonesia II di Medan, 28 Oktober—2 November 1954,

3) Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta, 28 Oktober—3 November 1978,

4) Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta, 21—26 November 1983,

5) Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta, 27 Oktober—3 November 1988,

6) Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta, 28 Oktober—2 November 1993,

7) Kongres Bahasa Indonesia VII, Jakarta, 26—30 Oktober 1998,

8) Kongres Bahasa Indonesia VIII, Jakarta, 14—17 Oktober 2003,

9) Kongres Bahasa Indonesia IX, Jakarta, 28 Oktober—1 November 2008,

10) Kongres Bahasa Indonesia X, Jakarta, 28 Oktober—1 November 2013.

Kongres Bahasa Indonesia XI Tahun 2018

Keberagaman suku dan bahasa bukanlah sebuah jarak pemisah antara kita semua, melainkan merupakan keindahan yang dibalut dalam perbedaan humanis yang telah Tuhan berikan. Atas dasar itulah, bahasa Indonesia lahir sebagai alat pemersatu bangsa.

Bahasa Indonesia sebagai jati diri dan identitas bangsa wajib dijunjung dan diutamakan di Indonesia, sebagaimana amanat Sumpah Pemuda 1928 yang kini dinyatakan secara legal pada Pasal 25 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, yaitu tentang fungsi bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sebagai sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah di Indonesia.

Berpijak dari pemikiran itu, Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XI yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 28—31 Oktober 2018 mengusung tema “Menjayakan Bahasa dan Sastra Indonesia”. Ada sembilan subtema yang dikembangkan dari tema besar itu, yaitu (1) pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, (2) pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik, (3) bahasa, sastra, dan teknologi informasi, (4) ragam bahasa dan sastra dalam berbagai ranah kehidupan, (5) pemetaan dan kajian bahasa dan sastra daerah, (6) pengelolaan bahasa dan sastra daerah, (7) bahasa, sastra, dan kekuatan kultural bangsa Indonesia, (8) bahasa dan sastra untuk strategi dan diplomasi, dan (9) politik dan perencanaan bahasa dan sastra.

Kongres Bahasa Indonesia XI Tahun 2018 menghadirkan 27 orang pembicara kunci dan undangan, serta 72 pemakalah seleksi yang berasal dari dalam dan luar negeri. Peserta yang akan mengikuti kongres tersebut berjumlah 1.031 orang yang terdiri atas para pemangku kepentingan, seperti pejabat publik, akademisi, budayawan, tokoh pegiat, pakar, guru, praktisi/pemerhati bahasa dan sastra Indonesia serta daerah, serta para tamu undangan.

Pada Kongres Bahasa Indonesia XI akan diluncurkan beberapa produk kebahasaan dan kesastraan, yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia Braille, buku Bahasa dan Peta Bahasa, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Daring, Korpus Indonesia, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Daring, buku Sastrawan Berkarya di Daerah 3T, 546 buah buku bahan bacaan literasi, Kamus Vokasi, Kamus Bidang Ilmu, dan Aplikasi Senarai Padanan Istilah Asing (SPAI).

Kongres Bahasa Indonesia merupakan acara berkala yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali dan merupakan salah satu solusi pendorong kebijakan sekaligus penyadaran kepada banyak pihak terkait dengan upaya peningkatan peran bahasa dan sastra Indonesia sebagai peneguh identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here