Home Ekonomi Sejarah Penemuan Kertas dan Eksistensi Tulis Menulis

Sejarah Penemuan Kertas dan Eksistensi Tulis Menulis

32
0
Papirus
SEJARAHONE.ID – Tradisi tulis menjadi tonggak pembeda antara masa prasejarah dan awal sejarah. Sejak 3000 tahun sebelum Masehi (SM), berbagai bangsa telah mengenal komunikasi melalui tulisan.
Perjalanan sejarah adanya kertas merevolusi tradisi tulis-menulis dalam sejarah umat manusia. Pada mulanya, bangsa Cina berabad-abad silam telah merintis metode pembuatan kertas. Berkat kontak budaya, peradaban Islam lantas mengadopsi teknologi itu sehingga tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Tradisi tulis menjadi tonggak pembeda antara masa prasejarah dan awal sejarah. Sejak 3000 tahun sebelum Masehi (SM), berbagai bangsa telah mengenal komunikasi melalui tulisan.

Sebut saja peradaban kuno yang tumbuh dan berkembang di Meso potamia (kini Irak), Mesir, atau Cina. Bermacam-macam alat mereka pakai untuk alas menulis, semisal batu, loh dari lempung yang dibakar, atau kulit hewan yang telah disamak.

Di antara perangkat itu, papirus menjadi medium yang cukup tersohor karena keandalannya. Peradaban Mesir Kuno menggunakan papirus sebagai media tulis-menulis.

Benda itu berasal dari olahan saripati tanaman Cyperus papyrus, yang banyak ditemui di sekitar Sungai Nil. Papirus cukup tebal sehingga tidak mudah koyak. Bobotnya pun ringan sehingga cukup ringkas untuk dibawa-bawa, tidak seperti prasasti batu atau kayu.

Pada masa sebelum Masehi, papirus banyak dipakai beragam bangsa di Asia, Afrika Utara, dan Eropa. Pengaruhnya terus bertahan hingga ratusan tahun, khususnya sebelum maraknya penggunaan kertas. Malahan, ia identik sebagai alas menulis. Kata kertas dalam bahasa Inggris, paper, berakar dari nama tumbuhan Cyperus papyrus.

Orang-orang Mesir Kuno disebut sebagai yang pertama menginisiasi pembuatan lembaran papirus. Caranya dengan pertama-tama menghilangkan lapisan yang berserat dari batang Cyperus papyrus. Selanjutnya, lembaran-lembaran batang tanaman yang telah dipipihkan itu diletakkan secara berdampingan.

Setelah dibasahi secukupnya, satu sama lain ditumpuk lalu ditekan hingga mampat. Begitu kering, getah tanaman itu akan berfungsi sebagai perekat alami. Papirus pun siap dipakai untuk menulis.

Banyak artefak peninggalan Mesir Kuno dan Yunani Kuno yang berupa lembaran-lembaran papirus. Berbeda dengan kertas, permukaan papirus cenderung kasar karena menyisakan serabut-serabut kecil batang tanaman pada permukaannya. Alhasil, tulisan yang terdapat pada benda itu tidak bisa benar-benar rata atau tampak seperti bergelombang.

Popularitas papirus lama kelamaan tergerus oleh kertas. Cina menjadi tempat lahirnya penemuan revolusioner itu.

Sejarah Penemuan Kertas: Dari Mesir hingga Indonesia
Foto: Papirus sebagai media tulis. Dok: Wikimedia Commons.
Kertas merupakan media tulis-menulis dengan bahan yang tipis, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp atau bubur kertas. Bahan serat yang digunakan biasanya berbahan alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.
Sejarah Penemuan Kertas: Dari Mesir hingga Indonesia (1)
Foto: Salah satu kertas tertua yang ditemukan di Cina. Dok: Wikimedia Commons.
Kertas digunakan sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis dan kegunaan lainnya yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun keperluan di toilet.
Penemuan kertas merupakan sebuah kemajuan dalam dunia tulis-menulis, juga menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukannya kertas, orang-orang terdahulu menggunakan loh dari lempung yang dibakar. Hal ini bisa ditemukan di peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.
Sejarah Penemuan Kertas: Dari Mesir hingga Indonesia (2)
Dok: Wikimedia Commons.
Pada zaman Mesir Kuno, peradaban menggunakan papirus sebagai media untuk tulis-menulis. Dengan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa bangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seluruh Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.
Sejarah Penemuan Kertas: Dari Mesir hingga Indonesia (3)
Foto: Penemuan kertas tua yang digunakan pada zaman tahun 101 Masehi di Cina. Dok: Wikimedia Commons.
Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Tsai Lun lah yang menemukan kertas berbahan bambu yang saat itu mudah didapat di seluruh China pada tahun 101 Masehi. Penemuan besar ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring dengan menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur.
Untuk di Indonesia sendiri, kertas pertama kali di buat di era Ponorogo pada abad ke-7. Terbuat dari kulit kayu pohon. Kertas yang saat itu digunakan sebagai media tulis-menulis oleh para biksu yang belajar agama Buddha di kerajaan Sriwijaya. Namun, meski sudah dapat membuat kertas, Ponorogo tidak menuliskan peristiwa pada kertas, melainkan pada sebuah lempengan tembaga pada temuan abad ke-9 di Desa Taji tentang peristiwa keagamaan Buddha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here