Sejarah Manusia Purba di Eropa dan Asia

    307
    0

    SEJARAHONE.ID – Eksistensi dan kebudayaan manusia purba dapat kita telusuri melalui fosil-fosil dan peninggalan artefak mereka. Setiap manusia purba di belahan dunia memiliki keunikan masing-masing dalam pola perilaku maupun cara beradaptasi dengan lingkungan, tidak terkecuali manusia purba di Asia dan Eropa.

    Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, manusia purba Asia memiliki  jenis dan ciri-ciri:

    Sinantrophus Pekinensis

    Fosil Sinantrophus Pekinensis ditemukan oleh Prof. Devidson Black pada tahun 1927 di gua-gua dekat Chou- Kou- Tien. Dari temuan fosil tersebut menunjukkan adanya persamaan dengan Pithecanthropus Erectus.

    Ciri-ciri Sinantrophus Pekinensis, yaitu:  Kapasitas otak sekitar 1000 cc Memiliki tengkorak yang pipih pada wajah. Tinggi badan sekita 165 – 180 cm Langit – langit mulut besar Gigi modern (taring dan geraham besar).

    Sinantrophus Lantianensis

    Di Afrika, manusia purba Hominidae dan Ciri-Cirinya Sinantrophus Lantianensis Fosil Sinantrophus Lantianensis ditemukan oleh Woo Jung Kang pada 1963 di Lantian, China Selatan. Diduga, makhluk ini hidup satu masa dengan Pithecantropus Mojokertensis.

    Berikut ciri-cirinya: Ukuran tubuhnya lebih kecil daripada homo erectus Pipinya lebar dan menonjol,mulut menjorok ke depan Dahi datar, penyusutan pada gigi, rahang dan tulang mengunyah. Volume otak skitar 780 cc Lengan pendek, yang menandakan keahlian memanjat sudah hilang Homo Luzonensis Fosil Homo Luzonensis ditemukan Armand Salvador Mijares pada 10 April 2019 di gua Callao, Luzon, Filliphina. M

    anusia purba jenis ini ditemukan memiliki kesamaan ciri-ciri dengan Homo Florensiensis, Homo Erectus dan Australopithecus, yaitu:

    Hidup sekitar 67.000 tahun yang lalu Memiliki tubuh mungil seperti Homo Florensiensis Hidup di gua Homo Erectus Jejak awal dari kehidupan manusia purba berjenis Homo Erectus dapat ditemukan di China.

    Homo Erectus

    Homo Erectus adalah manusia purba tertarik dengan iklim yang hangat dan tanah yang subur di China bagian tengah.

    Ciri-ciri Homo Erectus di China, yakni: Volume otak sekitar 1000 cc Hidup pada sekitar 500.000 tahun yang lalu Tinggi badan 146-185 cm.

    Homo Neanderthalensis

    Dalam Encyclopaedia Britannica (2015), berikut jenis dan ciri-ciri manusia purba di Eropa: Homo Neanderthalensis Fosil Homo Neanderthalensis ditemukan oleh Rudolph Virchow pada tahun 1856 di Gua Neanderthal, dekat Dusseldorf, Jerman Barat.

    Diperkirakan mahluk ini hidup pada pertengahan Pleistosen, sekitar 500.000 hingga 50.000 tahun yang lalu. Homo Neanderthalensis merupakan manusia purba yang paling memiliki kedekatan kekerabatan dengan manusia modern. Ciri-cirinya sebagai berikut:

    Tinggi badan sekitar 164 cm Menggunakan teknologi batu dan tulang yang maju Mampu membuat api dan shelter Volume otak sekitar 400-1500 cc

    Homo Cro Magnon

    Fosil Homo Cro Magnon ditemukan di Perancis Selatan oleh Eduard Lartet. Manusia purba jenis ini hidup sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu.

    Berikut ciri-ciri Homo Cro Magnon: Tengkoraknya tinggi dengan atapnya membundar Tonjolan tulang kening telah hilang Dahinya vertical Volume otak mencapai 1.400 cc Tinggi rata-rata 165 cm

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here