Home Merdeka Rumah Proklamasi Pemberian WNI Keturunan Arab

Rumah Proklamasi Pemberian WNI Keturunan Arab

23
0

sejarahone.id – Seorang Keturunan Arab, Faradj Martak memiliki jasa dalam proses terciptanya kemerdekaan Indonesia. Rumah tempat dikumandangkannya proklamasi adalah sumbangan dari Fardj Martak. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur No.56, Cikini, Meenteng, Jakarta Pusat  (sekarang bernama Jalan Proklamasi). Rumah tersebut kemudian dijadikan tempat tinggal Soekarno  sekaligus tempat pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Faradj Martak menghibahkan rumah tersebut untuk negara, dan membelikan sejumlah gedung di Jakarta untuk pemerintah.

Keturunan Arab yang Nasionalis

Faradj bin Said bin Awadh Martak atau disingkat Faradj Martak (1897-1962) dikenal sebagai seorang saudagar Arab-Indonesia , yang mewakili NV. Marba telah berjasa dalam menghibahkan sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur No.56 kepada Soekarno agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Republik Indonesia.

Di rumah tersebut Fatmawati  kemudian menjahit sendiri Bendera Merah Putih pada malam sebelum proklamasi. Keesokan harinya, 17 Agustus 1945, rumah tersebut dijadikan tempat dikumandangkannya naskah Proklamasi Kemerdekaan RI, lengkap dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Atas jasanya tersebut, pemerintah Indonesia kemudian memberinya ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Faradj bin Said Awad Martak. Ucapan tersebut disampaikan secara tertulis atas nama Pemerintah Indonesia  pada tanggal 14 Agustus 1950, yang ditandatangani oleh Ir. Mananti Sitompul  selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perhubungan. Dalam ucapan terima kasih tersebut juga disebutkan bahwa Faradj bin Said Awad Martak telah membeli beberapa gedung lain di Jakarta yang amat berharga bagi kelahiran negara Republik Indonesia.

Mengobati Bung Karno

Sebelum proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, Bung Karno menderita penyakit beri-beri dan malaria Dua penyakit tersebut menyebabkan tubuh Bung Karno terus lemas. Melihat Bung Karno yang cukup mengkhawatirkan, Faradj Martak akhirnya memberikan Bung Karno sebuah madu yang sangat berkhasiat bernama Sidr Bahiyah dari Hadhramaut.. Madu Sidr memiliki kemampuan membunuh aneka bakteri tanpa efek samping. Madu ini bersifat antibiotik, antiseptik, dan antijamur. Soekarno rutin mendapat pasokan satu dus madu Sidr satu atau dua bulan sekali. Satu karton madu itu terdiri dari 20 botol masing-masing seberat satu kilogram

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here