Home Opini 103 Tahun PUI, Sejarah Hingga Perkembangan

103 Tahun PUI, Sejarah Hingga Perkembangan

138
0

Oleh: KH Nurhasan Zaidi

SEJARAHONE.ID – 103 tahun yang lalu (1917-2020) telah disahkan perhimpunan Persjarikatan ‘Oelama (PO) pimpinan KH Abdul Halim oleh Pemerintah Hindia Belanda. Hal itu, berdasarkan Gouvernment Besluit Nomor 43 Tahun 1917, tertanggal 21 Desember 1917 M/ 6 Rabi’ul Awal 1336 H.

Dan tepat hari ini, Senin 21 Desember 2020, Persatuan Ummat Islam (PUI) telah berusia seabad. 103 tahun lamanya, artinya PUI sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Sehingga pantas, bila PUI ikut andil dalam kemerdekaan Republik Indonesia dan memiliki peranan penting dalam menyusun narasi besar lahirnya NKRI sebagai anggota BPUPKI.

Pada acara Milad PUI ke-103 yang digelar secara offline di Pusdai Jawa Barat dan diikuti seluruh peserta PUI se-Indonesia secara online ini PUI hadir. Saya patut bersyukur dapat meneruskan kiprah para pendiri dari PUI.

Para tokoh utama PUI, yakni KH Abdul Halim, KH Ahmad Sanusi, dan Mr R. Syamsuddin, berjuang dalam melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan, ketertindasan, kebodohan, kemiskinan dan politik perpecahan. Di usia ke-103 ini, PUI harus mampu merapatkan barisan untuk jadi pemersatu umat di bangsa ini, di Indonesia.

Tak hanya tentang sejarah, DPP PUI juga menyampaikan tentang penguatan regulasi di bidang pendidikan yang sudah dilakukan PUI untuk kemajuan anak bangsa. Termasuk juga dalam wakaf, aset dan juga LAZ sebagai penguatan lembaga.

Dalam penguatan bangsa, PUI terus mengembangkan bidang pendidikan. Tujuannya tentu untuk mencerdaskan bangsa ini. Dan PUI juga disertai dengan berdirinya beberapa lembaga pendukung lainnya seperti LAZ, badan wakaf dan juga aset.

Dalam perkembangannya, PUI harus terus makin dekat dengan masyarakat. Mengingat, PUI sudah banyak berdiri di daerah-daeah yang ada di pelosok Indonesia. Apalagi dalam satu tahun terakhir ini, kepengurusan baru PUI terus bermunculan.

Satu tahun ini, DPP PUI ngebut bekerja untuk menyukseskan program Renstra PUI 2020-2025. Langkah pertama, yakni penguatan regulasi-regulasi di bidang wakaf, aset, dan LAZ sebagai penguatan lembaga. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah kita untuk ikut menguatkan bangsa kita, tanah air kita, Indonesia.

Dalam waktu dekat, PUI akan melaunching Badan Wakaf. Ini adalah salah satu fokus dalam mengoptimalkan dan mendayagunakan wakaf PUI dan ummat. Dan dari semua itu, lembaga PUI ini dapat berjalan juga dengan tenaga muda yang ada. Pemuda PUI saat ini terus berperan aktif di sejumlah bidang yang ada dan dikuasainya di setiap daerah.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here